Kisah Inspiratif Dokter di Indonesia, Bersedia Dibayar Seikhlasnya
RSA yang diberi nama KM RSA dr. Lie Dharmawan itu dibangun dari dana pribadi Lie dan berlayar menuju pulau-pulau kecil di Indonesia.
Beberapa wilayah yang disinggahi Lie adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Pulau Panggang di Kepulauan Seribu, Belitung Timur, Bangka Tengah, Pontianak, dan masih banyak lagi. Ribuan masyarakat daerah terpencil yang hidup di garis kemiskinan sudah merasakan manfaat RSA ini.
Saat ini, Lie memiliki 2 RSA lainnya, yakni RSA Nusa Waluya I dan RSA Nusa Waluya II. Selain memberikan pengobatan gratis, Lie juga berniat untuk mengurangi jumlah kematian calon ibu dan bayinya di daerah yang sulit terjangkau di Indonesia.
Mematok Tarif Rp10.000
Kisah inspiratif lainnya datang dari dr. drh. Mangku Sitepoe yang memberlakukan tarif di kliniknya, yakni hanya Rp10.000. Tarif ini berlaku bagi warga yang ingin berobat ke dokter umum, sementara yang bertujuan berobat ke dokter gigi dikenakan biaya Rp15.000.
Namun demikian, Mangku menegaskan bahwa pasien yang tidak memiliki uang tetap bisa berobat ke kliniknya.
Melansir laman Klik Dokter (partner MPI), ada 7 dokter yang tercatat masih mengabdikan dirinya secara sukarela di klinik milik Mangku, yakni klinik Pratama Bhakti Sosial Kesehatan. Pada awal pendiriannya di sekitar tahun 1995, klinik ini tidak memungut biaya sepeserpun kepada para pasien alias gratis. Namun sejak tahun 2003, klinik ini mematok tarif Rp2.500 per orang.
Mangku berpesan kepada seluruh dokter muda di Indonesia untuk mempertahankan kehidupan seseorang dan jangan hanya mementingkan kehidupan ekonomi pribadi.