Kisah Cinta Pierre Tendean dan Rukmini yang Berakhir Pilu akibat G30S PKI
Dalam pertemuan tersebut, Pierre Tendean dan Mimin direncanakan menikah pada bulan November 1965. Sekembalinya dari Medan, Pierre Tendean membicarakan rencana pernikahan dengan Ibu Nasution.
Ia pun berpesan agar tidak mencintai seseorang melebihi apapun. Sebab, ada banyak hal yang bisa memisahkan seseorang di dunia, seperti yang terjadi pada Kolonel Suryo Sumarno.
"Aku telah cukup melihat halnya dengan istri Letnan Kolonel Suryo Sumarno yang pernah kuceritakan kepadamu itu. Kedua suami istri ini sangat berbahagia, karena merupakan pasangan yang cocok sekali," kata dia.
"Mereka tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainya, dan keduanya selalu mengagung-agungkan cinta mereka. Akan tetapi apa yang terjadi kemudian? Overste Suryo Sumarno telah dibunuh PKI dengan kejam dan biadab pada waktu bergerilya di daerah Merbabu-Merapi Kompleks ketika clash ke-II, tahun 1949," ucapnya melanjutkan.
"Kuharap, hal ini tifak akan terjadi padamu Pierre. Oleh karena itu, wajarlah saja dalam bercinta. Jangan terlalu mengagung-agungkan kekasihmu, Mimin," pesan Ibu Nasution.
Nasihat itu menjadi suatu pertanda bahwa Ibu Nasution telah mengetahui apa yang akan terjadi. Kata-kata itu bahkan diucapkan dua hari sebelum Pierre Tendean meninggal dunia karena G30S PKI.
Kisah cinta Pierre Tendean dan Rukmini pun berakhir pilu.
Editor: Puti Aini Yasmin