Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Hangat Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua usai Praspa 2026 di Istana
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Baret Ungu Marinir Diambil dari Selendang Ratu Pantai Selatan, Ampuh Berikan Perlindungan

Rabu, 09 Oktober 2024 - 05:30:00 WIB
Kisah Baret Ungu Marinir Diambil dari Selendang Ratu Pantai Selatan, Ampuh Berikan Perlindungan
Korps Baret Ungu Marinir TNI AL. (Foto istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

Ketika itu, pasukan Korps Marinir terlibat di dalam operasi 17 Agustus yang berupaya memberantas dan menumpas pembangkangan yang dilakukan oleh PRRI di Sumatra Barat. Akhirnya, Korps Marinir pun menetapkan warna ungu pada baretnya pada 1961, tepat saat Batalyon I KKO AL terlibat dalam operasi di Aceh yang dinamakan Operasi Alugoro.

Tidak mudah untuk bisa mendapatkan Baret Ungu. Seorang prajurit Marinir harus menjalani sejumlah tahapan di antaranya, mengikuti Pendidikan Komando (Dikko) yang cukup berat selama kurang lebih 77 hari. Diawali dengan tahap dasar komando, tahap laut, tahap hutan, tahap Gerilya Lawan Gerilya (GLG), dan ditutup dengan Lintas Medan (Limed) Banyuwangi hingga Surabaya sejauh 300 kilometer.

Selain Baret Ungu, prajurit petarung Marinir juga akan mendapatkan Pisau Komando. Pisau tersebut tidak pernah lepas dari lubang kopelrim prajurit di sisi sebelah kiri saat menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Pisau dengan kekhasan bertuliskan “Marinir” ini terbuat dari baja, berbentuk pipih runcing dengan satu sisi tajam dan sisi atas memiliki gerigi. Ini bukanlah sekedar pakem kelengkapan yang bertujuan untuk menambah nilai estetika uniform prajurit apalagi sekedar gagah-gagahan.

Bentuk pisau Komando Marinir cukup modern menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Apabila sebelumnya pisau Komando Marinir cukup sederhana dengan bahan pendukung bagian pisau dari bahan baja dan gagang pisau dari kayu, saat ini bentuknya lebih menarik dengan tambahan sisi bergerigi tajam yang multi fungsi dalam penggunaannya di lapangan. Berat dan bentuknya juga disesuaikan dengan kebutuhan prajurit Marinir.

Dalam tren penggunaannya, pisau Komando Marinir yang digunakan sejak pasukan ini bernama Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) dirancang sebagai pisau tempur untuk mendukung pertempuran jarak dekat para prajurit. Selama penugasan operasi, Pisau Komando ini menjadi bagian terpenting prajurit KKO AL/Marinir di saat menghadapi situasi dan kondisi yang sulit di medan pertempuran, situasi sulit di kala prajurit harus survive di hutan belantara, rawa-rawa atau daerah terisolir serta situasi penyelesaian sasaran musuh dengan penggunaan kekuatan diam-diam dan senyap.

Bagaimana pisau ini digunakan? Sebagai pisau tempur, ujung pisau Komando ini dapat digunakan dengan cara ditusukkan, bagian ujung tajam pisau untuk mengiris dan memotong, bagian bergerigi untuk memotong benda keras seperti logam, besi dan sebagainya termasuk bagian gagang pisau untuk melumpuhkan lawan. 

Khusus dalam operasi senyap, pisau ini digunakan dengan cara dilempar sehingga dapat melumpuhkan musuh dalam jarak yang cukup jauh. Khusus yang terakhir ini, merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki prajurit Korps Marinir.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut