Kisah Ahli Puasa yang Makamnya Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat
Kemudian, pada 10 Dzulhijjah, sang sahabat berpuasa penuh walaupun berada di padang sahara yang tandus. Kemudian, ia dan Abu Yusuf memasuki kota bernama Thurthus untuk tinggal beberapa waktu.
Mereka tinggal di bekas reruntuhan bangunan yang tidak ada yang mengetahui lokasi mereka. Namun, takdir berkata lain karena sang sahabat meninggal dunia.
Abu Yusuf pun mengeluarkan jenazah sang sahabat ke keramaian. Ia mendirikan salat atas jenazah sahabatnya yang telah meninggal. Orang-orang pun berkata, seorang zuhud ahli ibadah telah mati. Ia termasuk kekasih Allah SWT.
Kemudian kisah ahli puasa yang makamnya diziarahi Rasulullah dan para sahabat dilanjutkan dengan Abu Yusuf membelikan kain kafan untuknya. Namun ketika pulang, Abu Yusuf tidak dapat masuk ke tempat jenazah karena banyaknya kerumunan orang-orang.
Dalam hati, Abu Yusuf mengatakan, "Maha suci Allah SWTm siapa yang memberitahu orang-orang tentang kematian orang ini sehingga mereka berdatangan ke jenazahnya, mensalatkannya dan menangisinya?"