Kiai Ma'ruf Bikin Peserta Kuliah Umum di RSiS-NTU Singapura Terpingkal
Kiai Ma'ruf Amin dan Presiden Jokowi saat pengambilan nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (21/9/2018). (Foto: Antara).
Beberapa peserta dari universitas non-Singapura seperti Universitas Teknologi Malaysia, UI dan UGM, termasuk dosen sosiologi UGM M Najib Azka. Ada pula diplomat dari KBRI dan Kedutaan Belanda di Singapura. Sejumlah jurnalis Singapura dan koresponden media non-Singapura, termasuk The Economist, turut hadir.
Karena waktu terbatas, banyak peserta yang mengacungkan tangan untuk merespons, tapi hanya lima orang yang cukup waktu untuk bertanya.
Pertanyaan mulai strategi menghadapi radikalisme, perbandingan dengan teori ashabiyah Ibnu Khaldun (kebetulan Kiai Ma’ruf pernah kuliah di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta), kesetaraan gender dalam perspektif Islam Wasathiyah, sampai soal strategi Kiai Ma’ruf dalam pilpres untuk menghadapi pemilih milenial.
Pertanyaan tentang milenial ini juga kembali menyita perhatian, mengingat usia Kiai Ma’ruf yang tak lagi muda. “Ada yang bertanya, Kiai kan sudah tua. Saya jawab, siapa bilang saya muda?” ujarnya sambil tersenyum. Peserta kuliah umum kembali dibuat tertawa.