Keunikan Upacara Kematian Tiwah Khas Suku Dayak, Mengantar Roh ke Surga
Dalam upacara ini, kerangka jenazah diambil dari liang lahat dan dibersihkan, kemudian diletakkan di Sandung, sebuah rumah kecil terbuat dari kayu bulat utuh dengan ukuran sekitar 9x12 meter persegi.
Menurut Ina Malania dalam tulisannya berjudul "Ritual Tiwah Sandung Runi dan Tiwah Sandung Tulang: Studi Kasus Keluarga Gi dan Keluarga Ru Di, Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan", sebelum kerangka jenazah diletakkan di Sandung, ada beberapa ritual yang harus dilalui, yakni tarian, suara gong, bukung, dan lainnya.
Terdapat tiga ritual puncak dalam Tiwah, yakni Manyambut Laluhan, Tabuh I, dan Tabuh II. Manyambut Laluhan merupakan proses menjemput tamu atau keluarga dari jenazah.
Dalam proses itu, tamu disambut oleh tuan rumah di pagar dengan disuguhi minuman sambil melempar beras. Setelah itu, melakukan tarian Manganjan dan bernyanyi bersama sambil mengelilingi sangkairaya sebanyak tiga kali.
Sangkairaya merupakan tempat menyimpan persembahan untuk Ranying Hatalla. Sangkairaya dikelilingi 18 Sapundu, patung yang diukir berbentuk manusia untuk mengikat hewan yang akan dikorbankan, seperti sapi dan kerbau.