Ketua MPR Dorong Pemerintah Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan
"Inilah realitas masalah atau persoalan yang dihadapi Indonesia dewasa ini," ujar Mantan ketua DPR ini.
Bamsoet mengatakan, negara memang sudah menyikapi kecenderungan ini dengan membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Di luar BPIP, banyak tokoh masyarakat dan pemuka agama, termasuk pejabat pemerintah, tak henti-hentinya menyerukan perlunya menjaga kerukunan dan budaya toleran. Banyak kegiatan dialog lintas agama dan budaya sudah digelar.
"Namun, publik merasakan ragam program dan pendekatan untuk mereduksi perilaku intoleran itu belum membuahkan hasil sebagaimana diharapkan. Kecenderungan saling hina antarkelompok atau antargolongan bahkan makin tinggi intensitasnya," tuturnya.
Bamsoet meminta pemerintah dan parlemen perlu mencari dan menjajaki rumusan program dan model pendekatan lain. program dan pendekatan baru yang bertujuan menghilangkan saling curiga.
"Selama ini, dirasakan ada kebuntuan karena keengganan berdialog. Belum lagi sikap saling curiga antara negara dengan komunitas-komunitas itu. Untuk tujuan ini, pemerintah dan parlemen perlu mengambil inisiatif," katanya.
Agar lebih komprehensif memahami akar permasalahan, dia menambahkan, pemerintah dan parlemen layak mendengarkan pandangan dan masukan dari lembaga-lembaga agama. "Menjadi ideal jika rumusan program dan model pendekatan baru itu dilandasi kemauan baik saling merangkul dalam konteks sesama anak bangsa, untuk kemudian berdialog. Jika ada kontinuitas dialog, perilaku intoleran menjadi tidak relevan lagi," ujar Bamsoet.
Editor: Djibril Muhammad