Ketua DPD LaNyalla Bicara Kemandirian dan Kedaulatan Pangan di FGD HIPPORA
Berdasarkan data Badan Karantina Pertanian, jumlah ekspor komoditas porang pada semester pertama tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 160% dibandingkan semester pertama tahun 2019. Tujuan utama ekspornya ke Tiongkok, Vietnam, Thailand, hingga Jepang dan Korea serta beberapa negara di Eropa.
“DPD RI sangat mendukung secara masif budidaya tanaman Porang yang memiliki keunggulan kompetitif iklim tropis. Apalagi Kementerian Pertanian berkomitmen melakukan peningkatan ekspor tanaman porang di pasar global karena komoditas ini punya beragam potensi untuk jadi primadona di pasar ekspor,” jelas Mantan Ketua Umum PSSI itu.
Umbi porang bernilai ekonomis tinggi dan berfungsi sebagai bahan baku berbagai macam industri. Seperti dalam industri makanan, industri kosmetik, industri farmasi, industri kimia dan pembuatan kertas serta industri lainnya.
Namun LaNyalla mengingatkan agar HIPPORA memperhatikan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Sentra Porang di Madiun beberapa waktu lalu. Presiden meminta porang tidak lagi diekspor dalam bentuk umbi. Tetapi harus dalam bentuk olahan, atau produk turunannya.
“Kita berharap Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian dengan melibatkan HIPPORA melakukan sinergi untuk secara cepat menjawab arahan Presiden tersebut. Artinya produk olahan atau produk turunan dari Porang harus menjadi road map untuk peningkatan nilai tambah Indonesia,” katanya lagi.