Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istana Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan 22 Pengusaha Apindo di Hambalang
Advertisement . Scroll to see content

Kesulitan Bahan Baku Impor, Pengusaha Minta Pemerintah Beri Relaksasi

Jumat, 03 April 2026 - 16:58:00 WIB
Kesulitan Bahan Baku Impor, Pengusaha Minta Pemerintah Beri Relaksasi
Apindo mengungkapkan ada isu kelangkaan bahan baku di tengah perang antara AS-Israel melawan Iran. (Foto: Ilustrasi/Sindonews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan ada isu kelangkaan bahan baku di tengah perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Kebijakan pemerintah dinanti kalangan pengusaha guna memastikan produksi terus berlanjut.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam menekankan, kelangkaan bahan baku plastik untuk sektor strategis seperti industri makanan dan minuman hingga otomotif sangat dirasakan. Sehingga berdampak pada tingkat supply yang tidak seimbang dengan tingkat permintaan.

"Kami berharap jangan sampai ada bottlenecking terhadap bahan baku dan lain sebagainya. Kami mengimbau kepada pemerintah untuk diberi relaksasi untuk bahan baku terutama yang impor. Jadi saya berharap bahwa kelangkaan bahan baku plastik ini jangan sampai mengganggu produksi," ujar Bob kepada awak media dikutip, Jumat (3/4/2026).

Bob mewanti-wanti risiko inflasi harga atas barang dan jasa yang dihasilkan dunia usaha, jika tingkat produksi menurun akibat kelangkaan bahan baku. Meski begitu, dunia usaha untuk saat ini masih menempatkan kenaikan harga sebagai pilihan terakhir. 

"Biasanya kalau otomotif, kami justru mempertahankan (harga)," tuturnya.

Dia menyebut, kalangan pengusaha kini sedang mengupayakan inovasi dalam hal produksi. Diversifikasi digadang-gadang menjadi satu di antara opsi untuk menyiasati kelangkaan bahan baku. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut