Kerugian Keuangan yang Besar akibat Pandemi Dorong G20 Bahas Isu Kesehatan
BALI, iNews.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengemukakan kerugian keuangan yang sangat besar akibat pandemi secara global mendorong mandat G20 bergeser ke masalah kesehatan. Semula, G20 di Bali fokus pada isu ekonomi.
"Pentingnya kerja sama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan, karena kami lihat selama 20 tahun terakhir pandemi global mempunyai dampak keuangan yang sangat besar," kata Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers Joint Finance Health Ministers Meeting (JFHMM) di Bali, Sabtu malam (12/11/22).
Budi mencontohkan pandemi Flu Babi (H1N1) pada tahun 2003 dampak ekonominya mencapai 50 miliar dolar AS, dan terulang lagi pada tahun 2009 dengan nilai kerugian yang sama berkisar 50 miliar dolar AS.
Pandemi Ebola pada tahun 2014 memiliki dampak ekonomi 50 juta dolar AS. "Kerugian ekonomi terbesar terjadi saat ini. Covid-19 menyebabkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar lagi," katanya.
G20 pada tahun 2008 semula memiliki mandat untuk menyelesaikan permasalahan di sektor ekonomi. Sementara itu, G20 saat ini lebih memperhatikan masalah kesehatan. "Masalah kesehatan membawa dampak ekonomi secara global. Ini berdampak pada adanya krisis ekonomi yang signifikan," kata Menkes.