Kereta Cepat Whoosh Terhambat Layangan, Ancaman Meningkat di Musim Liburan Sekolah
“Setiap kali terdeteksi ada benda asing seperti layang-layang yang tersangkut, petugas harus menurunkan kecepatan kereta, bahkan menghentikan perjalanan sejenak untuk memastikan keamanan dan mencopot layang-layang tersebut,” jelasnya.
Wilayah dengan gangguan terbanyak adalah Bandung Barat, Cimahi, dan Bandung, khususnya antara Stasiun Padalarang hingga Tegalluar. Kawasan ini padat permukiman dan anak-anak kerap bermain layang-layang selama liburan.
Untuk mencegah gangguan berulang, KCIC aktif melakukan sosialisasi ke sekolah dan masyarakat sekitar jalur operasional Whoosh. Sejak April hingga Juni 2025, lebih dari 20 kegiatan edukasi dilakukan mengenai bahaya aktivitas di dekat rel kereta cepat.
Sebanyak 530 petugas keamanan dikerahkan untuk patroli setiap 500 meter sepanjang jalur kereta cepat, 24 jam penuh. Selain itu, KCIC memanfaatkan 1.773 unit CCTV di jalur rel, stasiun, dan kantor untuk deteksi dini gangguan semacam ini.
Tak hanya itu, KCIC juga menggandeng TNI, Polri, dan aparat daerah guna menjaga kawasan rel tetap steril dari benda asing.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan guru, agar bersama-sama menjaga anak-anak untuk tidak bermain layang-layang dekat jalur Whoosh. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Eva.
Gangguan layang-layang kereta cepat Whoosh tak bisa dianggap remeh, apalagi saat libur sekolah. Selain menimbulkan keterlambatan, insiden ini juga mengancam keselamatan ribuan penumpang. KCIC menegaskan komitmennya menjaga kelancaran operasional dan mengajak masyarakat berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman di sekitar jalur kereta cepat Jakarta–Bandung.
Editor: Komaruddin Bagja