Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih dari Sebulan, Probolinggo Terlama
Advertisement . Scroll to see content

Kepala BMKG Sebut Sistem Peringatan Dini Belum Efektif Antisipasi Tsunami Non Tektonik

Kamis, 09 November 2023 - 10:20:00 WIB
Kepala BMKG Sebut Sistem Peringatan Dini Belum Efektif Antisipasi Tsunami Non Tektonik
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut sistem peringatan dinitsunami di kebanyakan negara belum efektif dalam mengantisipasi bencana tsunami, khususnya yang dipicu aktivitas non seismik.

Dwikorita mengatakan sistem peringatan dini tsunami yang ada saat ini umumnya hanya ditujukan untuk tsunami megathrust yang sebelumnya didahului oleh gempabumi besar. 
 
“Indonesia pernah merasakan dua kali tsunami yang justru bukan disebabkan oleh gempabumi yaitu tsunami Palu yang terjadi pada bulan September 2018 disebabkan tanah longsor dan tsunami Selat Sunda yang terjadi pada bulan Desember 2018 yang dipicu aktivitas gunung berapi,” ungkap Dwikorita dalam keterangan resminya, Kamis (9/11/2023).

Hal itu diungkapkannya dalam World Tsunami Awareness Day Webinar yang diselenggarakan oleh UNESCO - IOC Intergovernmental Coordination Group for Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System.

Dwikorita mengatakan ketidakmampuan sistem peringatan dini tsunami pada tahun 2018 dalam memberikan informasi yang cepat terhadap tsunami yang dipicu aktivitas non seismik, menjadi pelajaran penting yang segera ditindaklanjuti oleh BMKG.

Maka dari itu, lanjut Dwikorita, dengan kejadian tsunami Tahun 2018 tersebut, InaTEWS  semakin dikuatkan dengan menambah jumlah peralatan sensor gempa untuk merapatkan jaringan monitoring.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut