Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Tak Ada Bonus Demografi Tanpa Atasi Stunting
Hasto menekankan bahwa mencegah stunting itu penting, mencegah juga lebih baik daripada mengatasi. “Maka marilah semua keluarga jangan malu, cegah lahirnya anak stunting, cek selalu status gizi, pada seribu hari kehidupan pertama. Jangan hamil kalau tidak terencana,” katanya mengingatkan.
Stunting sangat mempengaruhi masa depan anak dan dalam skala lebih luas mempengaruhi masa depan bangsa. Dia menegaskan, stunting bukan hanya tentang pertumbuhan badan kurang maksimal, jadi kerdil, pendek.
Melainkan juga, tidak berkembangnya otak, bahkan pada usia di atas 40 tahun mulai sakit-sakitan. Dengan kondisi seperti itu, stunting menghalangi seorang anak untuk meraih cita-citanya, serta menjadi tidak produktif, sehingga akhirnya menjadi beban negara.
“Kritik saya jangan besar-besarkan preweding, tapi prekonsepsi, 1000 hari pertama sangat penting, masa ini adalah pembentukan kemampuan dasar, intelektualitasnya, pendengarannya, motoriknya, dan lain-lain. Maka saat 1.000 hari pertama terabaikan, anak kita akan lahir stunting dengan ciri tinggi badan kurang, intelektual kurang, dan di hari tua sakit-sakitan,” katanya
Bayi lahir stunting juga bisa mengakibatkan emosional mental disorder. Saat ini jumlah generasi yang mengalami emosional mental disorder angkanya 9,8 persen. “Lihat saja, kalau ada 100 remaja, maka akan ada sembilan yang agak error. Diajak belajar susah, susah diajak bicara, atau sebaliknya bicara melulu, karena punya waham, waham kebesaran,” ujarnya.