Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Roehana Koeddoes, Pahlawan dan Jurnalis Perempuan yang Berani Bersuara
Advertisement . Scroll to see content

Kepahlawanan Laksda Anumerta Yos Sudarso, Tak Gentar Lawan Pasukan Belanda di Laut Aru

Jumat, 20 September 2024 - 05:35:00 WIB
Kepahlawanan Laksda Anumerta Yos Sudarso, Tak Gentar Lawan Pasukan Belanda di Laut Aru
Laksda Anumerta Yos Sudarso gugur dalam peperangan di Laut Aru (Foto: Repro)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Nama Laksamana Muda Anumerta Yos Sudarso akan selalu terpatri dalam sejarah perjuangan Indonesia. Lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 24 November 1925, Yos Sudarso adalah sosok pahlawan nasional yang gugur demi mempertahankan kedaulatan negara. 

Dalam Buku 'Laksda TNI-AL Anumerta Yosaphat Sudarso' karya M Oemar, seperti dikutip, Kamis (19/9/2024), menjelaskan pengorbanan Yos Sudarso terekam sejarah dalam Pertempuran Laut Aru pada 15 Januari 1962.

Yos Sudarso memulai kariernya di TNI Angkatan Laut pada tahun 1945, setelah menempuh pendidikan di Sekolah Pelayaran Tinggi yang kini dikenal sebagai Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Karier militer yang cemerlang membuatnya terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk misi Dwikora untuk merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda.

Namun, momen paling heroik dalam hidupnya terjadi di Laut Aru. Saat memimpin kapal KRI Macan Tutul, Yos Sudarso harus berhadapan dengan kekuatan patroli Belanda yang jauh lebih unggul. 

Selanjutnya: Kata-kata Terakhir Yos Sudarso

Meski kalah dalam persenjataan, Yos Sudarso menunjukkan kepahlawanannya dengan mempertahankan kapal hingga titik darah penghabisan. Gugurnya sang laksamana saat kapal Macan Tutul tenggelam, menandai pengorbanan terbesar untuk tanah air yang kemudian dikenang sebagai Hari Dharma Samudera setiap 15 Januari.

Pengorbanan Yos Sudarso bukan hanya soal keberanian di medan tempur, tetapi juga semangat patriotisme yang menginspirasi seluruh bangsa. 

“Kobarkan semangat pertempuran,” adalah kata-kata terakhir yang diabadikan dari Yos Sudarso, sebuah pesan heroik yang terus hidup di hati rakyat Indonesia.

Warisan perjuangannya tidak berhenti di situ. Nama Yos Sudarso diabadikan dalam berbagai bentuk, dari kapal perang hingga nama pulau, sebagai penghargaan atas jasanya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut