Kemlu Pantau Ketat Kondisi Timur Tengah, Siapkan Opsi Kedaruratan Lindungi WNI
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau ketat perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah seiring serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan tersebut menjadi prioritas utama.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyampaikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan seluruh perwakilan RI di Timur Tengah guna memastikan kondisi WNI tetap terpantau dan tertangani dengan baik.
“Terkait koordinasi Penanganan WNI/PMI di Kawasan Timur Tengah dapat kami sampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di Timur Tengah terus memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan pasca serangan terhadap Iran. Perlindungan WNI dan PMI di kawasan Timur Tengah merupakan prioritas utama,” ujar Heni dalam keterangannya, dikutip Senin (2/3/2026).
Heni mengatakan, Direktorat Pelindungan WNI telah berkomunikasi dan berkoordinasi intensif dengan seluruh perwakilan RI di kawasan untuk memperoleh pembaruan data jumlah WNI, update kondisi riil di lapangan, serta langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan.
Iran Diserang AS-Israel, Kemlu Siaga Buka Hotline Darurat WNI
"Semua [perwakilan RI di kawasan juga telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI/PMI, memperkuat komunikasi dengan komunitas dan simpul WNI/PMI setempat, serta menyiapkan sejumlah opsi dalam menghadapi resiko kedaruratan jika diperlukan," ujarnya.
Heni juga memastikan berbagai skenario kontinjensi telah disiapkan, termasuk mekanisme evakuasi jika diperlukan, dengan tetap mempertimbangkan dinamika keamanan dan koordinasi dengan otoritas setempat.
"Dalam situasi darurat, WNI/PMI dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027 atau Hotline Perwakilan RI terdekat," katanya.
Kemlu telah mengimbau seluruh WNI di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan resmi dari perwakilan RI setempat.
Editor: Rizky Agustian