Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hati-Hati Ada Kurma Israel, Ini Ciri-Ciri dan Daftar Mereknya!
Advertisement . Scroll to see content

Kemlu Kecam Pernyataan Dubes AS soal Israel Berhak Rebut Wilayah Timur Tengah

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:06:00 WIB
Kemlu Kecam Pernyataan Dubes AS soal Israel Berhak Rebut Wilayah Timur Tengah
Kemlu RI dan negara-negara Arab mengecam keras pernyataan Dubes AS untuk Israel, Mike Hucakbee terkait Israel berhak atas sebagian wilayah Timur Tengah. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Hucakbee perihal Israel berhak atas sebagian wilayah Timur Tengah (Timteng). Huckabee menilai Tuhan memberikan tanah tersebut kepada orang Yahudi, merujuk pada ayat dalam Alkitab.

"Menyampaikan kecaman keras dan keprihatinan mendalam terkait pernyataan yang dibuat oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, yang mengindikasikan bahwa dapat diterima bagi Israel untuk mengendalikan wilayah-wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki," tulis resmi X @Kemlu_RI dikutip, Minggu (22/2/2026).

Tidak hanya itu, kecaman keras juga disampaikan Kemlu negara Arab, di antaranya Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Republik Islam Pakistan, Turki, Kerajaan Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Republik Lebanon, Republik Arab Suriah, dan Palestina, serta sekretariat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab (LAS), dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

"Mereka menegaskan penolakan tegas negara-negara mereka terhadap pernyataan berbahaya dan provokatif tersebut, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan," bunyi keterangan Kemlu RI.

Negara-negara tersebut menekankan bahwa pernyataan itu secara langsung bertentangan dengan visi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, serta rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza. 

Adapun, untuk mengakhiri konflik di Gaza perlunya meredam eskalasi dan menciptakan jalan politik menuju penyelesaian menyeluruh yang menjamin rakyat Palestina memiliki negara merdeka. 

"Mereka menegaskan bahwa rencana tersebut berlandaskan pada promosi toleransi dan hidup berdampingan secara damai, dan bahwa pernyataan yang berupaya melegitimasi penguasaan atas tanah pihak lain merusak tujuan-tujuan tersebut, memicu ketegangan, dan merupakan bentuk hasutan alih-alih mendorong perdamaian," katanya.

Kemlu menegaskan bahwa Israel sama sekali tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau wilayah Arab lain yang diduduki. Penolakan tegas juga kepada setiap upaya untuk mencaplok Tepi Barat atau memisahkannya dari Jalur Gaza.

"Menentang keras perluasan aktivitas permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, serta menolak secara mutlak setiap ancaman terhadap kedaulatan negara-negara Arab," ujar Kemlu.

Kemlu Indonesia dan negara Arab juga memperingatkan bahwa kelanjutan kebijakan ekspansionis Israel dan langkah-langkah yang melanggar hukum hanya akan memperburuk kekerasan dan konflik di kawasan serta merusak peluang perdamaian. Karena itu, negara-negara itu menyerukan penghentian pernyataan-pernyataan yang bersifat provokatif tersebut. 

"Kementerian-kementerian tersebut menegaskan komitmen teguh negara-negara mereka terhadap hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967, serta mengakhiri pendudukan atas seluruh wilayah Arab," ucapnya.

Sebelumnya, Dubes AS untuk Israel Mike Huckabee menyampaikan pernyataan kontroversial terkait negara Yahudi yang menjadi wilayah tugasnya. Dia mengatakan, berdasarkan Alkitab, Israel memiliki hak untuk mengambil alih seluruh kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan jurnalis AS, Tucker Carlson, Huckabee menilai Tuhan memberikan tanah tersebut kepada orang Yahudi, merujuk pada ayat dalam Alkitab.

Tanah itu membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat yang pada dasarnya wilayah tersebut adalah seluruh kawasan Timur Tengah.

"Tidak masalah jika mereka merebut semuanya," kata Huckabee, seperti dilaporkan kembali Sputnik.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut