Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Orang Indonesia Suspek Hantavirus, Ada di Jakarta dan Yogyakarta
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkes Pastikan 2 Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif, Pasien Sembuh!

Jumat, 08 Mei 2026 - 14:34:00 WIB
Kemenkes Pastikan 2 Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif, Pasien Sembuh!
Hantavirus lebih mematikan dari Covid-19. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa sempat terdapat dua kasus suspek Hantavirus di Indonesia. Kedua kasus suspek tersebut berada di Jakarta dan Yogyakarta.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman membenarkan adanya dua orang yang sempat mengalami gejala yang diduga mengarah pada infeksi Hantavirus.

"Benar, ada dua suspek," kata Aji saat dikonfirmasi iNews.id, Jumat (8/5/2026).

Meski demikian, Aji memastikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kedua suspek tersebut menunjukkan hasil negatif. Keduanya juga telah sembuh.

"Tapi hari ini saya dapat info keduanya sudah negatif dan sembuh," tambah dia.

Hingga saat ini, belum diketahui secara rinci kapan kedua suspek tersebut mulai mengalami gejala maupun jenis keluhan yang dialami. Namun, Kemenkes memastikan bahwa kondisi keduanya kini sudah membaik.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) untuk memperkuat skrining atau deteksi dini terhadap penyebaran Hantavirus.

Menurut Budi, Hantavirus termasuk virus yang perlu diwaspadai karena memiliki tingkat bahaya tertentu sehingga pengawasan harus diperketat.

"Ini virus lumayan berbahaya. Jadi kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta ke WHO untuk bisa lakukan screening-nya," ujar Menkes Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, belum lama ini.

Selain melakukan koordinasi internasional, Kemenkes juga tengah menyiapkan berbagai alat screening, mulai dari rapid test hingga reagen PCR untuk mendeteksi kemungkinan penyebaran virus tersebut di Indonesia.

"Yang kami lakukan, mempersiapkan agar screeningnya punya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak Covid-19 dulu maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR. Jadi sekarang kami masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa, bisa cepat tahu," ungkap Menkes Budi.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut