Kematian dr Myta Aprilia Ungkap Realita Menyedihkan Dokter Internship di RS, Ini Faktanya!
Namun realitanya, para dokter internship justru kerap dipercaya menjaga IGD, menangani pasien rawat inap, hingga menjawab panggilan medis di tengah malam. Tugas tersebut dijalani dengan tekanan tinggi, sering kali tanpa waktu istirahat yang cukup.
Kenapa Perempuan Lebih Bersemangat Setelah Haid? Begini Penjelasan Dokter
“Mereka masih belajar, tapi sudah memikul tanggung jawab besar. Jaga IGD, rawat pasien, menjawab panggilan di tengah malam. Semua dijalani, sering tanpa cukup istirahat, tanpa rasa aman yang memadai,” ujar dr. Didi.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena ketika dokter internship jatuh sakit, tidak sedikit dari mereka tetap dipaksa atau merasa harus tetap bekerja demi memenuhi kewajiban pelayanan rumah sakit.
Padahal, menurut dr Didi, di balik status internship, mereka tetap manusia biasa yang membutuhkan perlindungan, kesejahteraan, dan rasa aman dalam bekerja.
"Kita lupa, di balik status ‘internship’ ada manusia yang juga butuh dilindungi. Kesejahteraan dan keamanan mereka bukan sekadar formalitas," tegasnya.
Ia pun mempertanyakan mengapa kasus serupa masih terus terjadi dan kembali memakan korban di kalangan dokter muda. "Mengapa masih ada korban lagi?" pungkas dr Didi.
Kasus meninggalnya dr Myta kini menjadi pengingat keras bahwa sistem kerja dokter internship perlu dievaluasi serius. Banyak pihak menilai, dokter yang masih berada dalam masa pembelajaran tidak seharusnya dibebani tanggung jawab berat tanpa dukungan dan perlindungan yang memadai.
Editor: Muhammad Sukardi