Kekalahan Persipura dari Adhyaksa FC Berujung Ricuh, Suporter Lakukan Perusakan dan Pembakaran
Aparat gabungan akhirnya membentuk barikade untuk mengamankan seluruh pemain dan perangkat pertandingan ke ruang ganti. Para pemain dari kedua tim bahkan sempat tertahan karena kondisi stadion belum aman.
Di tengah situasi kacau, sejumlah flare dinyalakan di area lapangan hingga asap tebal menyelimuti Stadion Lukas Enembe. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, yang sempat membuat penonton panik saat keluar dari tribun.
Hingga Jumat malam, aparat keamanan masih berjaga menggunakan kendaraan taktis di sejumlah titik sekitar stadion guna mengantisipasi kericuhan susulan. Polisi juga masih menyelidiki pihak yang diduga memicu aksi anarkis tersebut.
Kegagalan promosi ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat Papua yang berharap Persipura kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah berjuang bangkit sejak terdegradasi.
“Sedih sekali, kami datang dengan harapan besar. Tapi beginilah sepak bola. Kami tetap dukung Persipura,” ujar salah satu suporter di luar stadion dikutip dari iNews Sorong Raya.
Panitia pelaksana dan aparat keamanan mengimbau seluruh suporter untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak pascapertandingan.
Editor: Kurnia Illahi