Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Jadi Negara Pertama Jalankan Aliansi Lawan Dengue, Ini Aksi Nyatanya!
Advertisement . Scroll to see content

Kasus DBD Masih Tinggi, Indonesia Catat Lebih dari 1 Juta Kasus

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:41:00 WIB
Kasus DBD Masih Tinggi, Indonesia Catat Lebih dari 1 Juta Kasus
Data BPJS Kesehatan mencatat terdapat 1.055.255 kasus rawat inap akibat DBD atau dengue sepanjang 2024. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius di dunia, termasuk Indonesia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jutaan orang masih terinfeksi setiap tahun dengan angka kematian yang tidak sedikit.

Berdasarkan data WHO terdapat 14,6 juta kasus dengue dengan sekitar 12.000 kematian secara global pada 2024. Angka tersebut menegaskan bahwa penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti itu masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius.

Di Indonesia, beban penyakit ini juga cukup besar. Data BPJS Kesehatan mencatat terdapat 1.055.255 kasus rawat inap akibat DBD atau dengue sepanjang 2024 di luar Kejadian Luar Biasa, dengan beban ekonomi hampir mencapai Rp3 triliun.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Prof Dr dr Fachmi Idris M.Kes., mengatakan penyakit DBD menjadi ancaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Risiko dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga masyarakat secara luas.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko penyakit menular. Program ini juga mendukung strategi nasional pengendalian dengue Kementerian Kesehatan RI, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat implementasi di tingkat masyarakat,” kata Prof Fachmi dalam peluncuran United Against Dengue di Gatot Subroto, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Melalui kemitraan publik dan swasta, PMI bersama sejumlah pemangku kepentingan meluncurkan aliansi United Against Dengue: Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan Dengue dan Peningkatan Ketangguhan Masyarakat. Program ini diharapkan memperkuat langkah pencegahan penyakit dengue melalui berbagai pendekatan berbasis masyarakat.

Aliansi tersebut mendorong edukasi kesehatan yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat dan komunitas di Indonesia. Upaya ini juga bertujuan mendukung target besar pemerintah Indonesia untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada 2030.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengatakan kolaborasi lintas sektor penting untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit yang terjadi sepanjang tahun di Indonesia.

“Komitmen bersama ini dapat memperkuat aksi di tingkat komunitas, di tengah masyarakat, dalam menghadapi ancaman DBD/dengue yang ada sepanjang tahun di Indonesia,” ujar Andreas.

Program United Against Dengue dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan, pencegahan, serta intervensi berbasis masyarakat. Pendekatan ini dilakukan melalui kolaborasi multisektor, strategi berbasis bukti, penguatan keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan inovasi untuk menurunkan penularan dan tingkat keparahan penyakit.

Secara lebih luas, United Against Dengue merupakan kolaborasi regional jangka panjang di kawasan Asia-Pasifik. Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat, mendorong advokasi kebijakan, serta memberikan dukungan kepada komunitas dalam menghadapi ancaman dengue.

PMI menyampaikan kolaborasi regional tersebut juga berkomitmen mendukung target Organisasi Kesehatan Dunia dan ASEAN untuk mengeliminasi kematian akibat dengue yang dapat dicegah pada 2030.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut