Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Misa Paskah di Gereja Katedral, Kardinal Suharyo Ingatkan Bahaya Keserakahan
Advertisement . Scroll to see content

Kardinal Suharyo Kutip Pesan Paus Leo XIV soal Pemimpin Maklumi Perang: Doa Tak Akan Didengar

Minggu, 05 April 2026 - 17:07:00 WIB
Kardinal Suharyo Kutip Pesan Paus Leo XIV soal Pemimpin Maklumi Perang: Doa Tak Akan Didengar
Kardinal Ignatius Suharyo (tengah) menyinggung pernyataan Paus Leo XIV yang mengutuk peperangan dan menegaskan pemimpin yang memaklumi perang tidak akan didengar doanya. (Foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

Lebih lanjut, Suharyo menilai peperangan di era saat ini sangat mengerikan karena melanggar hukum internasional serta deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia juga menegaskan bahwa perang tidak menghasilkan kebaikan apa pun.

"Kita semua tahu kali ini perang yang berlangsung sekarang ini dengan segala macam hal yang mengerikan itu adalah pelanggaran terhadap hukum internasional, pelanggaran terhadap deklarasi PBB," katanya. 

"Jadi buahnya apa? Buahnya atau tidak ada buahnya, yang ada adalah akibat yang sangat buruk bukan hanya bagi dunia, bagi bumi, tetapi bagi umat manusia. Ini posisi yang jelas di dalam Gereja Katolik yang dinyatakan secara jelas pula oleh Paus Leo ke-14," ucap Suharyo.

Kardinal Suharyo pun mengajak umat Katolik untuk terus mendoakan perdamaian dunia sebagaimana pesan Paus Leo XIV. Dia berharap, umat dapat menjadi terang di tengah situasi dunia yang penuh kegelapan.

"Ketika kita berjumpa dengan kekuatan kegelapan yang tampil di dalam pemimpin-pemimpin yang gelap mata, ya dunianya akan menjadi seperti ini. Tapi saya yakin di tengah-tengah kegelapan itu selalu ada kalaupun bukan terang besar tetapi lilin kecil yang menerangi kemanusiaan itu," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut