Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harta Kekayaan Yovie Widianto, Punya Tanah dan Bangunan di Jaktim hingga Bogor
Advertisement . Scroll to see content

Kaleidoskop 2020: Kabar Mengejutkan dari Istana, Stafsus Milenial Mundur

Jumat, 25 Desember 2020 - 06:00:00 WIB
Advertisement . Scroll to see content

4. Angkie Yudistira.

Angkie Yudistia dianggap membuat berita bohong atau hoaks terkait cara sederhana mendeteksi virus corona selama 10 detik dengan tarik napas. Informasi tersebut dibagikannya melalui akun Instagram pribadi, @angkie.yudistia, ini bunyinya:

Di masa inkubasi, virus mungkin belum terdeteksi (ketika check-up). Tunggu sudah bersin-bersin atau batuk. Cek diri yang paling mudah seperti yang di Taiwan. bangun pagi, tarik nafas yang dalam, lalu tahan 10 detik. Kalau batuk, kemungkinan besar segera ada tindakan.

Ankie Yudistia juga mencantumkan sumber yang disebut memberikan cara deteksi corona tersebut.

Netizen kemudian mengingatkan Ankie bahwa tindakan tersebut tidak benar. Setelah teguran itu, Angkie Yudistia menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf.

5. Aminudin Maruf

Aminudin Maruf menerbitkan surat perintah 11 November 2020 untuk kalangan mahasiswa membahas polemik Undang-Undang Omnibuslaw atau Cipta Kerja. Surat itu ditujukan kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia.

Surat perintah itu pun menjadi viral dan terlihat banyak coretan pulpen mirip revisian skripsi. 

Surat Perintah berkop Sekretariat Kabinet RI dengan Nomor Sprint-054/SKP-AM/11/2020 yang diteken oleh Aminuddin Ma'ruf di Jakarta, pada 5 November 2020 itu banyak coretan warna merah pada kata-kata typo dan teknis penulisan yang salah dan sekilas revisi skripsi mahasiswa. Netizen mengoreksi surat perintah itu.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut