Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : JK: Perang AS-Israel ke Iran Picu Kenaikan Harga Minyak hingga Ganggu Logistik
Advertisement . Scroll to see content

JK soal Pernyataan Menag terkait Polemik Zakat: Semua Penting

Minggu, 01 Maret 2026 - 21:17:00 WIB
JK soal Pernyataan Menag terkait Polemik Zakat: Semua Penting
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) merespons pernyataan Menag terkait zakat yang memicu polemik. (Foto: iNews.id/Nur Khabibi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) merespons pernyataan Menteri Agama, Nasaruddin Umar terkait zakat yang memicu polemik. Menurutnya, baik zakat maupun sumbangan sama-sama penting. 

"Sebenarnya benar, di Indonesia itu zakat itu penting, wajib dan sumbangan, wakaf, dan lain jalan. Dua-duanya jalan," kata JK saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026). 

JK menjelaskan, ratusan ribu masjid terbangun bukan hasil zakat, tapi wakaf hingga sumbangan. Hal serupa juga terjadi pada pembangunan madrasah. 

"Ada 800.000 masjid itu tidak dibangun dengan zakat, dibangun dengan wakaf, sumbangan dan sebagainya," ujarnya. 

"Semua dibangun dengan sumbangan, zakat, wakaf, dan semuanya. Semua penting. Zakat wajib, yang lainnya penting, jalan semua," ungkap dia. 

Sebelumnya, Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menegaskan, zakat tetap merupakan kewajiban individual (fardhu ‘ain) dan bagian dari rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya.

"Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman. Perlu saya tegaskan, zakat adalah fardhu ‘ain dan rukun Islam yang wajib kita tunaikan," ujar Nasaruddin dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/3/2026).

Diketahui, pernyataan Nasaruddin terkait meninggalkan zakat menimbulkan polemik. Hal itu ia sampaikan dalam acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Sharia Investment Forum 2026 digelar oleh Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF pada 24 Februari 2026.

"Kalau kita ingin maju sebagai umatnya, kita harus meninggalkan zakat! Zakat itu nggak populer, Quran juga tidak terlalu mempopulerkan zakat. Pada masa Nabi zakat itu nggak populer, di masa sahabat juga tidak populer, yang populer sedekah," ucap Nasaruddin dalam potongan video yang beredar.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut