Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istana Siap Dialog dengan MUI, Bahas Keterlibatan RI di Dewan Perdamaian Gaza
Advertisement . Scroll to see content

JK Respons Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Terpenting Hentikan Perang di Gaza

Selasa, 03 Februari 2026 - 08:51:00 WIB
JK Respons Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Terpenting Hentikan Perang di Gaza
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) merespons keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia berharap forum tersebut dapat menghentikan perang dan memulihkan kondisi Gaza, Palestina.

"Mungkin bukan perdamaian, tapi menghentikan perang dan melaksanakan rekonstruksi, itu saja harapan kita," ujar JK dalam diskusi bertema Manfaat dan Mudharat Indonesia Mendukung Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump sebagaimana disiarkan secara online di channel YouTube Forum Insan Cita pada Senin (2/2/2026).

Menurut JK, penyelesaian konflik di Gaza memperlihatkan pada dunia tentang kekuasaan Trump. Pasalnya, kata dia, Trump menyelesaikan persoalan melalui todongan lewat veto dalam forum Board of Peace tersebut.

"Pertama ini memberikan kita sekali lagi suatu cara Trump untuk mengatasi persoalan atau pun memperlihatkan kekuasaannya. Jadi, dulu dikenal kansip, menjalankan suatu polisi kebijakan dengan todongan. Bukan todongan senjata," tuturnya.

Sejak dulu, JK mengaku selalu menyampaikan perang di Gaza hanya bisa diselesaikan oleh 3 pihak, yakni Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, pimpinan faksi Hamas Palestina yang kini dipegang Yahya Sinwar, dan Donald Trump.

"Apa masalahnya? Bahwa kita semua mendoakan sajak dulu bagaimana ada kedamaian di Gaza, di Palestina. Ini mungkin satu cara terpaksa dilakukan, setidaknya dengan cara ini (Dewan Perdamaian Gaza) bisa menghentikan perang di sana atau invasi di sana," jelasnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut