Jenderal Panutan, Mantan KSAD Ini Dikenal Rendah Hati Dekat dengan Anak Buah
"Saya ini cuma pelayan kalian. Kalian butuh apa saya kasih. Jadi jangan anggap saya lebih tinggi dari kalian semua. TNI AD besar bukan karena saya, tapi karena kalian semua," ucapnya.
Kecintaannya sebagai prajurit Sapta Marga terlihat ketika masa baktinya berakhir. Dalam acara serah terima jabatan (sertijab) KSAD kepada Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabesad (29/11/2018) diliputi suasana haru.
Dia tidak dapat menahan kesedihan saat menyampaikan sambutan perpisahan. Bahkan, dia sempat menangis tersedu-sedu hingga sambutannya sempat tertehenti sejenak. "Saya bangga dan cinta dengan TNI Angkatan Darat," ucapnya.
Mulyono merupakan lulusan Akademi Militer 1983 dengan pangkat Letanan Dua langsung ditugaskan sebagai Komandan Pleton (Danton) di Yonif 712 Kodam VII/ Wirabuana.
Dia sempat melanjutkan pendidikan lanjutan perwira (diklapa) II. Kariernya terus melesat, menjadi Komandan Korem 032/WBR di wilayah Kodam I/Bukit Barisan dan kembali ke Bandung sebagai Komandan Secapa AD.
Kariernya terus berlanjut ketika menyandang pangkat Brigjen TNI Pada 10 Mei 2011 dan mejabat Direktu Latihan di Kodiklat TNI AD, kemudian ke Jakarta menjadi Asisten Operasi KSAD pada 2013.
Selanjutnya dia dipercaya menjadi Pangdam Jaya, hingga Pangkostrad. Kariernya terus naik (15/7/2015 ditunjuk menjadi KSAD menggantikan Jenderal Moeldoko yang ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Panglima TNI. Kariernya di TNI berakhir 22 November 2018.
Editor: Kurnia Illahi