Jarang Diketahui, Ini Peran Baru Densus 88 Antiteror yang Bikin Haru!
Tim ini mulai bekerja ketika ada penangkapan teroris, kemudian bergerak ke keluarganya, mendampingi mereka, melakukan serangkaian asesmen, kemudian bergerak pula mendampingi ketika sudah menjadi terpidana, narapidana hingga mantan narapidana terorisme (napiter).
“Ya kita (Densus) berevolusi. Sama. Kita mempelajari apa sih, kita di Densus itu kan bukan setahun dua tahun. Kita akhirnya menjadi profesionalnya itu, karena hati berbicara. Sakit pun kita rawat, meninggal karena sakit pun meninggal di dalam tahanan maupun lapas yang kitapun tidak punya otoritas di lapas, kita coba komunikasikan, kita ambil kita bawa ke rumah duka, sampai dimakamkan tanpa ada mereka biaya," ujarnya, Selasa (15/7/2025).
"Mereka bebas pun, mereka masih radikal pun dari Nusakambangan, tetap kita biayai, kita pulangkan. Biaya itu kalau kita nggak kuat ya kita kerjasamakan dengan stakeholder, dengan organisasi masyarakat, semua kita perankan,” katanya lagi.
Semua itu dilakukan melalui kolaborasi berbasis konsep Pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat sipil dan media.
Meski Densus kini dikenal dengan soft approach, kerja-kerja intelijen dan penangkapan tetap berjalan. Penindakan hanya dilakukan jika situasi dinilai membahayakan masyarakat.