Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.851 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Jaga Likuiditas, Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun ke Bank BUMN

Senin, 29 Juni 2026 - 13:41:00 WIB
Jaga Likuiditas, Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun ke Bank BUMN
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan uang Rp281 triliun milik pemerintah akan ditempatkan kembali ke bank BUMN. (Foto: iNews.id/Anggie)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan pemerintah mengembalikan pagu penempatan dana pemerintah di perbankan nasional menjadi Rp281 triliun. Pemerintah juga memperpanjang masa berlaku penempatan dana tersebut hingga Desember 2026.  

"Setelah dievaluasi diambil kesimpulan bahwa dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi yang kemarin Rp281 triliun akan dikembalikan lagi Rp281 triliun dan diperpanjang hingga akhir 2026, Desember 2026," ujar Juda dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senin (29/6/2026).

Sebagai langkah antisipasi berlapis, pemerintah tidak hanya mengembalikan dana reguler melainkan turut menyiagakan amunisi tambahan senilai Rp100 triliun. 

Dana tambahan ini berfungsi sebagai dana siaga (standby fund) yang siap disalurkan sewaktu-waktu ke perbankan jika diperlukan. Juda menggarisbawahi intervensi modal ini sangat krusial agar fungsi intermediasi perbankan tidak terhambat di tengah tingginya permintaan kredit dari pelaku usaha.

Merujuk pada data performa bulan lalu, laju penyaluran kredit nasional mampu tumbuh agresif di level 11,5 persen pada bulan Mei.

"Di samping itu ada tambahan Rp100 triliun sebagai standby in case diperlukan dan memang perbankan masih memerlukan likuiditas untuk menyalurkan kredit. Karena informasi dari perbankan permintaan kredit itu masih cukup, masih masih cukup tinggi tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa menyalurkan pertumbuhan kredit dan diperkirakan kemarin di bulan Mei kredit tumbuh 11,5 persen," kata Juda.  

Ia berharap ketersediaan likuiditas yang memadai dari pemerintah ini dapat menjadi stimulus utama agar performa pembiayaan nasional konsisten mencetak pertumbuhan dua digit (double digit) pada bulan-bulan berikutnya demi menggerakkan roda ekonomi riil.

"Kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit di dalam bulan-bulan ke depan. Oleh sebab itu likuiditas memang benar-benar harus tetap terjaga di perbankan," pungkas Juda.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut