Inilah Tokoh yang Mempelopori Pertentangan Sistem Tanam Paksa
Gerakan penentangan yang dilakukannya termanifestasikan dalam bukunya yang berjudul "Sulker Contacten" atau "Kontrak Gula" dalam bahasa Indonesia.
Pada 29 September 1857 lahirlah seorang ahli hukum dan tokoh penggerak gerakan Politik Etis asal Belanda yang bernama Van Deventer. Melalui gerakan humanis yang ia pilih, Van Deventer terus menentang praktik kolonialisme di Hindia Belanda pada abad ke-19.
Dengan melakukan gerakan penentangan, Van Deventer mendorong adanya perubahan dalam hubungan yang sebelumnya tidak seimbang menjadi hubungan yang saling menguntungkan. Hal ini dilakukan setelah ia menyaksikan perilaku bangsa Belanda dalam menerapkan kebijakan kolonial di Hindia Belanda.
Lewat tulisannya, Eduard Douwes Dekker mengkritik keras praktik kolonialisme di Hindia Belanda. Penulis asal Belanda ini lahir pada 2 Maret 1820.
Selain itu, ia juga memperjuangkan nasib bangsa Indonesia dengan menentang sistem tanam paksa yang dilakukan oleh Belanda terhadap Indonesia. Salah satu karya terkenalnya adalah Max Havelaar.
Melalui bukunya tersebut, Eduard Douwes Dekker menggambarkan penderitaan yang dialami rakyat Hindia Belanda akibat diterapkannya sistem tanam paksa.
Nah, itulah informasi tentang tokoh yang mempelopori pertentangan sistem tanam paksa.
Editor: Komaruddin Bagja