Inilah 3 Jenderal TNI Pemilik Brevet Denjaka dan Kopassus Sekaligus, Ada Moeldoko
Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad menggantikan Letjen TNI Agus Wirahadikusumah. Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001 menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian menjadi KSAD menggantikan Endriartono Sutarto.
Mendiang Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo juga memiliki brevet Kopassus dan Denjaka sekaligus. Ipar mantan Presiden SBY itu memang lahir dan besar dari keluarga dengan latar belakang militer yang kuat. Saat baru lulus dari Akademi Militer tahun di tahun 1980, Pramono Edhie Wibowo langsung ditunjuk untuk menjadi Komandan Pleton Grup I Kopassandha.
Kariernya terus meningkat sehingga ia diangkat menjadi Wakil Danjen Kopassus pada tahun 2005. Berikutnya pada tahun 2007, ia diangkat sebagai Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro. Kemudian menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD pada tahun 2008-2009.
Pada tahun 2009, Pramono kemudian dinas sebagai Pangdam III/Siliwangi sekaligus ditunjuk menjadi Panglima Kostrad(Pangkostrad) pada tahun 2010. Hingga pada tahun 2011, ia dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI George Toisutta.
Selain sederet brevet, mantan Pangkostrad ke-32 itu memiliki juga memiliki banyak tanda jasa atau penghargaan. Antara lain adalah Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Nararya, Darjah Utama Bakti Cemerlang (Singapura), Meritorious Service Medal dan masih banyak lagi.