Ini Kata Yenny Wahid soal Perbedaan Penetapan Ramadan: Saling Menghormati
JAKARTA, iNews.id – Putri kedua Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, angkat bicara terkait perbedaan penetapan puasa Ramadan yang terjadi di sejumlah kalangan di Indonesia. Dia menegaskan bahwa perbedaan awal Ramadan merupakan hal yang biasa dan harus disikapi dengan saling menghormati.
Menurut Yenny, dirinya bersama kalangan Nahdlatul Ulama tetap berpegang pada metode rukyatul hilal dalam menentukan awal Ramadan. Dia menyebut, metode tersebut sudah lama digunakan dan menjadi pedoman dalam menetapkan awal bulan suci.
“Cuma kalau di masjid ini dan yang kami ikuti memang kita memakai metode rukyatul hilal,” tegas Yenny saat diwawancarai, Selasa (17/2/2026).
Dia menilai, perbedaan awal Ramadan tidak perlu dipermasalahkan. Bagi Yenny, setiap orang memiliki keyakinan dan metode masing-masing dalam menentukan datangnya bulan suci.
Ini Negara Mulai Tetapkan Ramadan 19 Februari 2026
“Tidak masalah ya sesuai keyakinan masing-masing sesuai metode yang dipakai. Memang kalau mungkin ada yang memakai hitung dengan hitungannya sendiri, hisabnya sendiri. Nah, kemudian menentukan terjadinya Ramadan itu besok,” ucap dia.
Yenny menjelaskan, dalam metode rukyatul hilal, penetapan awal Ramadan sangat bergantung pada hasil pemantauan di wilayah tertentu. Jika hilal terlihat secara kasat mata pada malam hari, maka keesokan harinya sudah ditetapkan sebagai awal Ramadan.
NU Prediksi Hilal Ramadan Tak Terlihat, Puasa 2026 Jatuh 19 Februari