Industri Plastik Waspadai Kelangkaan 50 Hari ke Depan imbas Penutupan Selat Hormuz
Fajar pun menjelaskan bahwa produsen dalam kondisi yang tak ingin bertaruh risiko bisnis. Ia mengaku para produsen belum berani menambah stok bahan baku untuk memproduksi plastik di saat harga sedang tinggi-tingginya seperti saat ini.
"Kalau kami lihat tahun 2008 itu harga (bahan baku plastik) bisa sampai 2.100 dolar AS per metric ton, tapi tiba-tiba besok turun jadi 1.200. Sehingga yang pegang stok rugi banyak dan banyak yang tutup, itu yang yang dihindari sekarang karena ketidakpastian ini nggak tahu berubahnya kapan, karena waktunya tidak ada yang bisa memprediksikan dan itu di luar kontrol kita," kata Fajar.
Saat ini, kata Fajar, yang sedang dilakukan produsen kemasan plastik adalah melakukan penyesuaian produksi, baik mencari sumber alternatif bahan baku hingga mengatur ulang ukuran plastik.
"Yang jelas memang nanti harga akan ada di keseimbangan baru, nggak mungkin harga kembali lagi seperti sebelum krisis perang ini," kata Fajar.
Editor: Puti Aini Yasmin