Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Pakar: Jaga Gaza dari Kekuatan Asing
JAKARTA, iNews.id - Penunjukan Indonesia sebagai wakil komandan pasukan perdamaian Gaza, International Stabilization Force (ISF), dinilai memiliki arti strategis. Pakar politik pertahanan dan keamanan Khairul Fahmi menyebut, posisi tersebut penting untuk menjaga Gaza dari pengaruh asing yang berpotensi mengganggu proses stabilisasi.
Menurut Khairul, dengan mengemban jabatan wakil komandan, Indonesia memiliki ruang pengaruh untuk memastikan tugas ISF tetap berjalan sesuai mandat utama, yakni menstabilkan kehidupan sipil di Gaza. Dia menilai, konsistensi Indonesia dalam mendukung Palestina menjadi sinyal kuat bahwa misi stabilisasi tidak akan keluar dari prinsip hak menentukan nasib sendiri.
“Dalam hal ini, Indonesia ingin memastikan stabilisasi Gaza tetap dipimpin oleh rakyat Gaza, bukan oleh kepentingan eksternal yang bersaing,” ujar Khairul dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Minggu (22/2/2026).
Dia melanjutkan, status diplomatik Indonesia dinilai meningkat setelah ditunjuk sebagai wakil komandan ISF. Namun, momentum tersebut tidak hanya soal prestise, melainkan juga pengaruh strategis dalam menentukan arah kebijakan di lapangan.
Apa Itu ISF, Pasukan Stabilisasi Gaza? Ini Penjelasannya
Dengan posisi itu, Indonesia disebut memiliki akses terhadap proses pengambilan keputusan yang menentukan masa depan Gaza. Selain itu, jabatan wakil komandan membuka ruang untuk memastikan standar profesional diterapkan secara konsisten dalam operasi stabilisasi.