IJKS 2026 Digelar di Bogor, Angkat Industri Koi Lokal hingga Pererat Persahabatan RI-Jepang
Dia mengakui, pada masa lalu sempat terjadi praktik persilangan koi dengan ikan mas yang merusak kualitas dan identitas koi lokal. Namun, menurutnya, saat ini para pembudidaya semakin peduli terhadap kemurnian genetik sehingga kualitas koi Indonesia mampu bersaing dengan koi Jepang.
Dari sisi harga, ikan koi memiliki rentang nilai yang bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah, terutama bagi koi yang memenangkan kontes.
Ikan show umumnya dilengkapi sertifikat dari pembudidaya, dan sejumlah breeder lokal juga telah menerapkan sistem sertifikasi.
Kontribusi terhadap Ekspor dan Devisa Negara
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Mahmud, mengapresiasi penyelenggaraan IJKS 2026. Dia menyebut ajang tersebut sebagai sarana strategis dalam mendorong pertumbuhan industri ikan nasional, khususnya koi.
Mahmud menyampaikan, Indonesia merupakan pengekspor ikan hias terbesar kedua di dunia setelah Jepang. Nilai ekspor Jepang tercatat sebesar 48 juta dolar Amerika Serikat, sedangkan Indonesia mencapai 40 juta dolar Amerika Serikat, termasuk di dalamnya komoditas koi.
Produksi ikan hias nasional tercatat sebanyak 1,49 miliar ekor pada 2020 dan meningkat menjadi 1,58 miliar ekor pada 2024. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa industri ikan hias memiliki peran penting dalam mendukung devisa negara.