HUT ke-75, Begini Sejarah Satuan Elite Brimob Polri
Mereka memiliki persenjataan yang lebih lengkap dari polisi biasa. Ketika Jepang menyerah kalah kepada sekutu dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, berakhirlah masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsu Tai.
Selanjutnya tepat pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Tk I Mohammad Jasin di Markas Kesatuan Polisi Istimewa membacakan teks Proklamasi Kepolisian dari pasukan Polisi Istimewa yang berbunyi 'Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjayakan poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia'.

Setelah setahun lebih polisi istimewa berkiprah merebut fasilitas militer dan tempat-tempat strategis, maka pada 14 November 1946 (tepat hari ini) seluruh kesatuan polisi istimewa, barisan polisi istimewa dan pasukan polisi istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang dikenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob). Kendati demikian, Brimob diingat sebagai pasukan polisi bersenjata yang didirikan Perdana Menteri Sutan Sjahrir pada 14 November 1945.
Lalu 16 tahun setelah itu, pada 14 November 1961, Presiden Soekarno menganugerahkan Pataka 'Nugraha Cakanti Yana Utama' sebagai penghargaan pemerintah atas pengabdian dan kesetiaan Mobrig. Saat itu pula Soekarno secara resmi mengubah nama satuan itu dari Mobrig menjadi Brimob.
Pada era reformasi, Polri mendapatkan dukungan publik yang begitu luas, ditandai dengan keputusan politik memisahkan Polri dari institusi dan garis komando TNI pada 1 April 1999. Brimob Polri sebagai bagian integral Polri memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menanggulangi gangguan dalam negeri berkadar tinggi.