Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Predator - PBC Indonesian International Open 2026 Jadi Ajang Pembelajaran Atlet Biliar Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

HT dan Jokowi Bahas Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan 7-8%

Rabu, 22 Mei 2019 - 05:50:00 WIB
HT dan Jokowi Bahas Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan 7-8%
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) usai bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (21/5/2019). (Foto: MNC Media)
Advertisement . Scroll to see content

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) usai bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (21/5/2019). (Foto: MNC Media)

Terkait hal itu diperlukan terobosan bagi peningkatan kualitas SDM Indonesia. "Kami berbicara, kalau perlu pendidikan pakai e-kampus atau pakai internet," ujar HT.

Pembangunan fisik, dia menambahkan, akan memakan waktu yang lama, sedangkan Indonesia butuh percepatan pendidikan agar produktivitas dan daya saing meningkat. Selain itu, biaya kuliah fisik juga lebih mahal dibadingkan kuliah online, baik dari sisi tempat tinggal, biaya hidup dan lain sebagainya.

Dengan kuliah melalui Internet, anak-anak dari Aceh hingga Papua bisa kuliah lebih cepat, lebih banyak, lebih murah dan bahkan bisa digratiskan, sehingga jumlah lulusan S1 bisa meningkat secara signifikan.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) usai bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (21/5/2019). (Foto: MNC Media)

HT mengatakan, Perindo yang memiliki infrastruktur partai hingga desa dan kelurahan menjadi mitra pemerintah, baik di pemerintahan daera, kabupaten/kota maupun pusat.

"Kita ingin ekonomi negara kita sejahtera, masyarakat secara kesejahteraan meningkat, itu tujuan akhirnya, jadi itu adalah sasaran kita," ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada pembicaraan mengenai jabatan menteri, HT mengatakan Jokowi akan menunggu penetapan. "Saya rasa Beliau juga mengikuti prosedur penetapan selesai dulu, baru beliau akan kemudian menyusun kabinetnya," katanya.

HT mengatakan, kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Adapun, menteri bisa saja tak hanya dari kalangan partai, seperti halnya para profesional juga banyak dalam kabinet Jokowi saat ini.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut