HT dan Jokowi Bahas Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan 7-8%

Terkait hal itu diperlukan terobosan bagi peningkatan kualitas SDM Indonesia. "Kami berbicara, kalau perlu pendidikan pakai e-kampus atau pakai internet," ujar HT.
Pembangunan fisik, dia menambahkan, akan memakan waktu yang lama, sedangkan Indonesia butuh percepatan pendidikan agar produktivitas dan daya saing meningkat. Selain itu, biaya kuliah fisik juga lebih mahal dibadingkan kuliah online, baik dari sisi tempat tinggal, biaya hidup dan lain sebagainya.
Dengan kuliah melalui Internet, anak-anak dari Aceh hingga Papua bisa kuliah lebih cepat, lebih banyak, lebih murah dan bahkan bisa digratiskan, sehingga jumlah lulusan S1 bisa meningkat secara signifikan.

HT mengatakan, Perindo yang memiliki infrastruktur partai hingga desa dan kelurahan menjadi mitra pemerintah, baik di pemerintahan daera, kabupaten/kota maupun pusat.
"Kita ingin ekonomi negara kita sejahtera, masyarakat secara kesejahteraan meningkat, itu tujuan akhirnya, jadi itu adalah sasaran kita," ungkapnya.
Saat ditanya apakah ada pembicaraan mengenai jabatan menteri, HT mengatakan Jokowi akan menunggu penetapan. "Saya rasa Beliau juga mengikuti prosedur penetapan selesai dulu, baru beliau akan kemudian menyusun kabinetnya," katanya.
HT mengatakan, kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Adapun, menteri bisa saja tak hanya dari kalangan partai, seperti halnya para profesional juga banyak dalam kabinet Jokowi saat ini.
Editor: Djibril Muhammad