Hotman Paris Siap Kawal Kasus ABK Terancam Vonis Mati, Yakin Tidak Terlibat!
Hal itu bisa terlihat dari Fandi yang bertanya kepada kapten apa isi barang tersebut dan dijawab sang kapten bahwa isi 67 kardus merupakan uang dan emas. Fakta itu diperkuat dengan pengakuan sang kapten di persidangan yang mengamini bahwa Fandi sempat mempertanyakan isi barang tersebut kepada dirinya.
"Yang pertama baru kenal kapten ini pada saat mau naik pesawat ke Thailand yaitu tanggal 1 Mei. Fakta kedua adalah bahwa si Fandi ini tidak tau bahwa 67 itu si Fandi bertanya kepada kapten, 'Itu apa?'. Dia rada curiga dijawab bahwa itu emas dan uang dan itu dijelaskan oleh si Fandi dijelaskan waktu pemeriksaan di persidangan diakui oleh si kapten," tambah Hotman.
Terkait Fandi yang ikut membantu dalam pemindahan barang tersadari kapal nelayan saat kapal yang awalnya berhenti di laut, ia menyebut bahwa Fandi hanya mengikuti perintah kapten dan tidak tahu apa-apa.
"Itu di persidangan pengakuan dari si Fandi bahwa dia pernah menanyakan itu ke kapten diakui? Tuh dari situ aja sudah jelas artinya pada saat barang narkoba itu masuk dimasukin dia kan perintah dari kapten," tegas Hotman.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa semua fakta tersebut didukung oleh kronologis yang jelas dan tertera dalam BAP (berita acara pemeriksaan). Dalam BAP, Fandi diketahui baru tiga hari berlayar di kapal tersebut, di mana ia baru berlayar tanggal 18 Mei dan akhirnya kapal yang diawaki Fandi ditangkap pada 21 Mei 2025.