Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengejutkan! Laporan Forensik Terbaru Menduga Kematian Kurt Cobain Bukan Bunuh Diri
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Isu Petugas Dipecat gegara Tumbler Tuku Penumpang Hilang, KAI Diminta Teliti Respons Kabar Viral

Kamis, 27 November 2025 - 14:29:00 WIB
Heboh Isu Petugas Dipecat gegara Tumbler Tuku Penumpang Hilang, KAI Diminta Teliti Respons Kabar Viral
Anggota Komisi VI DPR, M Sarmuji meminta KAI Commuter menangani informasi internal perusahaan dilakukan secara teliti dan tidak tergesa-gesa. (Foto: Dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi VI DPR, M Sarmuji merespons kabar yang viral di media sosial terkait isu pemecatan seorang petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter Indonesia karena hilangnya tumbler Tuku milik penumpang KRL Commuter Line.

Sarmuji meminta agar seluruh proses penanganan informasi internal perusahaan dilakukan secara teliti dan tidak tergesa-gesa. 

Menurutnya, informasi yang beredar di publik harus diverifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persepsi keliru yang dapat merugikan pekerja maupun institusi.

“Saya meminta manajemen KCI dan seluruh BUMN transportasi untuk berhati-hati sebelum memberikan sanksi atau mengambil keputusan penting berdasarkan informasi awal yang belum tentu benar. Verifikasi dan klarifikasi harus menjadi langkah pertama, bukan justru reaksi spontan karena tekanan opini publik,” ujar Sarmuji, Kamis (27/11/2025).

Sarmuji menambahkan, baik bantahan resmi KCI yang menegaskan tidak ada pegawai yang dipecat terkait hilangnya botol minum tersebut. Menurutnya, penjelasan ini penting untuk meredam persepsi negatif yang sempat berkembang dan memastikan publik mendapatkan informasi yang faktual.

“KCI sudah menegaskan bahwa pemecatan pegawai tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada aturan kepegawaian dan ketenagakerjaan yang jelas. Itu langkah yang tepat. Keterbukaan informasi juga penting agar tidak ada ruang bagi rumor untuk berkembang,” tuturnya.

Ketua Fraksi Golkar di DPR itu menekankan, isu-isu kecil yang viral di media sosial seringkali dapat menciptakan tekanan yang tidak proporsional bagi pekerja lapangan. 

Karena itu, dia mendorong KCI untuk memperkuat komunikasi internal, memastikan SOP dijalankan secara konsisten, dan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kegaduhan publik.

“Petugas front liner bekerja dalam tekanan tinggi setiap hari. Jangan sampai mereka menjadi korban dari miskomunikasi atau rumor yang belum terverifikasi. Evaluasi penting, tapi harus disertai perlindungan terhadap hak-hak pekerja,” ucapnya.

Sekjen DPP Partai Golkar itu juga mengingatkan masyarakat bahwa barang pribadi yang tertinggal di KRL tetap merupakan tanggung jawab pengguna. 

Layanan lost and found yang sudah tersedia di setiap stasiun seharusnya dimanfaatkan dengan baik, dan penumpang tetap perlu memastikan barang bawaannya aman saat naik maupun turun kereta.

“Transportasi publik hanya bisa berjalan dengan nyaman jika ada saling pengertian antara operator dan pengguna. Kesadaran menjaga barang pribadi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan,” katanya.

Sebelumnya, viral di media sosial seorang petugas KAI Commuter harus dipecat buntut seorang penumpang kehilangan tumbler miliknya. Penumpang itu menuliskan cerita kehilangan barang itu di media sosial Threads.

Dalam cerita yang dibagikan, penumpang menulis bahwa awalnya ia ketinggalan cooler bag di gerbong kereta. Adapun, di dalam cooler bag tersebut salah satunya berisi tumbler Tuku.

Barang itu belakang diamankan oleh petugas KAI Commuter. Hanya saja, saat keesokan harinya tumbler Tuku tersebut sudah tidak ada di dalam cooler bag.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut