Agil mengaku miris mengetahui banyaknya pelajar yang melakukan tawuran, terjerat narkoba dan vandalisme. Menurutnya, aksi itu harus dijawab dengan wadah yang menampung minat dan bakat. Ia menyinggung jika bakat mereka disalurkan dengan baik, maka kecil kemungkinan terjadi penyimpangan.
Lantik Pengurus IPNU-IPPNU, Gus Yahya Minta Wujudkan Kerja Nyata
"Kami siap menjadi wadah minat dan bakat mereka. Momen Harlah ini kita mengadakan lomba minat bakat, bagi yang suka nulis kita ada lomba esai, bagi yang suka game kita ada lomba e-sport," paparnya.
Agil menyinggung dunia sedang menghadapi era disrupsi. Maka dari itu, bekal skill dan soft skill harus dipupuk sedini mengkin untuk menghadapi perubahan masif itu melalui pengembangan minat dan bakat.
Buka Konferwil Jateng, Ganjar Ajak IPNU-IPPNU Siapkan Pemimpin Masa Depan
"Bila pelajar memiliki minat menjadi seleb tiktok, seleb Instagram, YouTuber dan sebagainya maka kami akan dorong untuk bisa mengikuti ekstrakulikuler yang menunjang, seperti terlibat dalam desain grafis, kreator video dan sebagainya,” paparnya.
Agil menegaskan, saat ini dibutuhkan konten media sosial yang bermoral dan sesuai usia pelajar. Mereka yang berniat untuk mengembangkan minat dan bakat juga tidak melepaskan tanggunjawabnya sebagai pelajar. Dengan demikian, langkah ini dapat mendukung kebijakan merdeka belajar.
"Kami dorong rekan-rekan dapat mengembangkan minat dan bakat, tapi juga berprestasi di dunia akademik," ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki