Hari Diabetes Nasional, Indonesia Peringkat Kelima Penderita Terbanyak di Dunia
Menanggapi kondisi tersebut, dr Kelvin Candiago MM, MARS, DABRM, dokter dan pengembang ekosistem kesehatan, menilai perlu adanya evaluasi dalam tata laksana diabetes tipe 2 di Indonesia. Dia menyoroti pendekatan yang selama ini masih berfokus pada pengobatan atau medicine-centric.
Tren Ngopi Kekinian Picu Risiko Diabetes? Ini Faktanya!
Dia menjelaskan pengendalian kadar gula darah saja tidak cukup tanpa disertai perbaikan sistem tubuh dan perubahan gaya hidup. Pendekatan konvensional dinilai belum mampu mencegah komplikasi jangka panjang secara optimal.
"Pendekatan medicine - centric sangat penting untuk stabilisasi kondisi awal, namun secara desain belum ditujukan untuk perbaikan pola hidup jangka panjang. Dalam penanganan diabetes berkelanjutan, medikasi seharusnya diposisikan sebagai jembatan, bukan tujuan akhir," kata dr Kelvin dalam keterangan persnya, Sabtu (18/4/2026).
Apakah Roti Aman bagi Penderita Diabetes? Jangan Salah Pilih Perhatikan Bahannya
Dia menekankan pentingnya kombinasi terstruktur antara pengobatan, nutrisi, serta pemantauan kondisi pasien dalam penanganan diabetes.
Sebagai solusi, dia memperkenalkan Protokol 3R, sebuah kerangka metodologis terdiri atas tiga tahap utama. Tahap pertama adalah Road to Rescue, yakni intervensi awal untuk menstabilkan lonjakan gula darah sekaligus menjadi dasar pemulihan.
Diabetes Tipe 5 Bisa Serang Anak Muda, Kenali Gejalanya Sejak Dini