Harga BBM Tak Naik, Purbaya Jamin Defisit APBN Aman di Bawah 3 Persen
Dia optimistis bahwa realisasi defisit tahun ini bisa lebih rendah dari rencana awal. Hal ini didasarkan pada performa pendapatan negara yang melampaui ekspektasi, berkaca pada realisasi tahun lalu yang mencapai 2,92 persen.
Purbaya memberikan sinyal bahwa ruang fiskal Indonesia saat ini cukup memadai karena adanya sumber-sumber pendapatan baru yang membantu menekan angka defisit.
"Nanti kita lihat akan lebih rendah dari itu, dari RKPP-nya akan lebih rendah dari itu. Jadi emang ruang fisikal kita lumayan lah, tahun lalu nggak semepet yang kita duga. Ternyata ada pendapatan-pendapatan lain yang menekan defisit kita ke bawah. Nanti diumumin bulan Mei, tapi di bawah 2,9. Jadi sekarang pun dengan 2,9 saya nggak terlalu pesimis," kata Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memastikan PT Pertamina (Persero) tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi pada April 2026 mendatang.
Prasetyo menuturkan, langkah itu diputuskan usai pemerintah melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi,” ucap Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Editor: Aditya Pratama