Harga BBM Pertamax Cs Tak Naik, Purbaya: Beban Selisih Ditanggung Pertamina
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut PT Pertamina (Persero) akan menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga jual eceran BBM nonsubsidi yang tidak naik per April 2026. Langkah ini diambil di tengah lonjakan harga minyak dunia yang menyebabkan jarak cukup lebar antara harga pasar dan harga jual di SPBU.
Purbaya menjelaskan kebijakan ini dapat dijalankan karena kondisi likuiditas Pertamina yang terjaga menyusul percepatan pembayaran kompensasi dari pemerintah yang dilakukan rutin setiap bulan.
“Sementara sepertinya (ditanggung) Pertamina. Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar. Yang kompensasi kan sekarang kita bayar setiap bulan, 70 persen terus-terusan,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Kamis (2/4/2026).
Dia menilai beban selisih harga tersebut masih dalam batas kemampuan finansial Pertamina untuk jangka pendek. Sebagai gambaran, harga Pertamax (RON 92) di wilayah Jawa saat ini bertahan di angka Rp12.300 per liter.
Jangan Panik! Stok BBM Indonesia Aman, Pemerintah Pastikan Harga Tetap
Padahal jika merujuk pada estimasi harga keekonomian periode April 2026, nilainya diprediksi telah menembus Rp17.850 per liter.
Dengan selisih mencapai sekitar Rp5.500 per liter, pemerintah optimistis Pertamina tetap stabil berkat perbaikan mekanisme arus kas dari pos kompensasi negara.
DPR Apresiasi Pemerintah Tahan Harga BBM
“Jadi keuangan Pertamina juga amat baik. Jadi untuk jangka pendek, enggak masalah,” tutur Purbaya.
Terkait nasib SPBU swasta yang juga terdampak oleh kebijakan penahanan harga ini, Purbaya menyebutkan hal tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian terkait untuk menemukan solusi yang tepat bagi seluruh pelaku industri hilir migas.
“Nanti mereka biar rapatkan dengan ESDM, saya enggak ngerti itu ESDM dan yang lain mungkin,” jelasnya.
Editor: Rizky Agustian