Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kolaborasikan Otomotif dan Olahraga, Ini Langkah Daihatsu
Advertisement . Scroll to see content

Haornas, Momentum Gotong Royong Nasional untuk Raih Juara

Sabtu, 10 September 2022 - 07:09:00 WIB
Haornas, Momentum Gotong Royong Nasional untuk Raih Juara
Agus Kristiyanto (Foto: Dok Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Formula Gotong Royong Keolahragaan 

Gotong royong merupakan sebuah kearifan lokal, bahkan kejeniusan lokal yang bila dikelola dengan tepat akan menjadi kekuatan maha dahsyat. Gotong royong mengandung nilai-nilai khas yang sangat sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia yang heterogen dan memiliki unsur serba majemuk.

Setiap orang berada pada kondisi yang berbeda dalam prinsip gotong royong ini. Selaras dan disatukan oleh rasa kepedulian yang saling memperkuat, dengan cara masing-masing berkontribusi sesuai dengan kemampuan terbaiknya. 

Terdapat sedikitnya lima dimensi utama dalam telaah gotong royong. Pertama, dorongan sukarela menjadi energi utama hadirnya peran-peran sumber daya keolahragaan yang secara natural-spontan memberikan daya eksplosif yang tinggi. 

Fenomena sukarela bukan berarti sebentuk partisipasi yang bernilai 'murah', tetapi justru mencerminkan peran-peran sumberdaya olahraga yang memiliki passion tinggi dalam mewujudkan gotong royong. Pemilik passion tinggi ini umumnya adalah orang-orang yang sepi ing pamrih rame ing gawe, bukan rame ing pamrih sepi ing gawe. 

Kedua, keselarasan dalam gotong royong identik dengan sinergitas dan harmonisasi proses perwujudan hasil terbaik pembangunan olahraga. Ada kendala besar yang pasti mengadang tatkala interaksi gotong royong kehilangan nilai keselarasan ini. 

Terjadinya tumpang tindih kewenangan, ketidak efisienan, kerumitan birokrasi, serta persoalan teknis yang berkepentingan jangka pendek, penetrasi ego sektoral, biasanya menimbulkan iklim yang justru berujung pada situasi blunder. Acapkali berujung pada kecenderungan lahirnya dualisme, yang antara satu pihak dengan pihak yang lainnya cenderung saling meniadakan. 

Ketiga, kepedulian (caring) menjadi prasyarat dasar lahirnya gotong royong keolahragaan. Peduli merupakan kepekaan (sensitivitas) individu maupun kolektif untuk mengundang aneka respons yang sesuai. Artinya, wilayah ini adalah wilayah literasi fisik (physical literacy) yang menjadi bagian dari gerakan pencerdasan kehidupan bangsa melalui olahraga (baca: pendidikan jasmani). 

Keempat, aksi saling memperkuat dalam gotong royong dapat diilustrasikan ibarat mengakselerasi laju pergerakan gerobak yang berisi beban. Mereka yang berada di belakang gerobak sudah pasti memberi tenaga dorongan.

Mereka yang berada di depan gerobak akan memberi tenaga tarikan. Orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda untuk memajukan olahraga, tidak bisa dipaksa melakukan hal yang sama dalam posisi yang sama.

Kelima, berkontribusi sebagai dimensi gotong royong keolahragaan merupakan bentuk “partisipasi” secara khas yang bisa dimainkan oleh setiap komponen bangsa untuk memajukan hasil pembangunan olahraga yang mengakselerasi. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut