Hadapi Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Siapkan Fisik dan Mental
Dia, menyebut skema tersebut sebagai penyempurnaan agar pergerakan jamaah lebih aman, tertib dan sesuai kondisi di lapangan.
Selain itu, dia mengingatkan jemaah agar mematuhi ketentuan waktu pelaksanaan lempar jumrah pada hari tasyriq. Waktu pelaksanaan dimulai setelah salat Subuh, meski waktu utama (afdal) berada setelah tergelincir matahari.
“Meski waktu afdal adalah setelah tergelincir matahari (zuhur), itu adalah waktu yang sangat padat dan panas. Karena itu, lebih baik mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh maktab dan syarikah demi keselamatan dan kenyamanan jemaah,” ucapnya.
Dia menekankan jamaah tidak perlu memaksakan diri untuk mengejar keutamaan waktu jika kondisi fisik tidak memungkinkan. “Kepatuhan pada jadwal dan pengaturan yang telah ditetapkan adalah bagian dari menjaga keselamatan jamaah sekaligus tetap dalam koridor syariat,” ucapnya.
Editor: Kurnia Illahi