Gempa Sulteng, Korban Tewas di Palu 48 Orang, 356 Lainnya Luka-Luka
Menurut Sutopo, korban meninggal dunia sebagian besar akibat gempa bumi. “Selain korban meninggal, bencana gempa di Palu kemarin juga menyebabkan 356 korban luka-luka dan ribuan rumah rusak parah,” tuturnya.
Sementara, untuk jumlah korban tsunami, saat ini masih dalam pendataan BNPB. Sutopo mengatakan, korban akibat tsunami kebanyakan ditemukan di wilayah pantai. Saat ini, petugas di lapangan masih terus melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya.
“Korban tsunami banyak ditemukan di pesisir pantai karena aktivitas masyarakat sebagian di sana. Namun, untuk jumlahnya hingga saat ini kita belum bisa memastikan berapa,” ucap Sutopo.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 SR mengguncang wilayah Palu dan Donggala, Jumat (28/9/2018) pukul 18.02 Wita (17.02 WIB).
Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer itu berada pada 27 kilometer timur laut Donggala. BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 meter hingga tiga meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara, dan Kota Palu bagian barat.
BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami sejak Jumat (28/9/2018) pukul 18.36 Wita (17.36 WIB).
Para petugas kepolisian, TNI, dan relawan mengevakuasi korban meninggal akibat gempa bumi di Kota Palu, Sulteng, ke dalam kantong-kantong jenazah. (Foto: Istimewa)
Editor: Ahmad Islamy Jamil