Gempa Poso Robohkan Gereja, Banyak Jemaat Tertimpa Reruntuhan Bangunan
“Dengan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Poso termasuk gempa dangkal akibat aktivitas sesar Tokoraru,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, dalam keterangannya, Minggu (17/8/2025).
BMKG menegaskan gempa Poso 17 Agustus 2025 tidak berpotensi tsunami. Getaran gempa Poso dirasakan kuat di Kota Poso dengan intensitas V–VI MMI. Dinding rumah warga rontok, cerobong asap pabrik rusak, dan bangunan gereja mengalami kerusakan parah.
Selain di Poso, guncangan terasa hingga Luwu Timur, Mamuju, Masamba, Majene, Palopo, Pasangkayu, serta Polewali Mandar pada skala III–IV MMI. Sementara di Tana Toraja dan Wajo, guncangan dirasakan pada skala III MMI.
Hingga kini jumlah korban masih dalam pendataan. Pemerintah daerah telah mengerahkan tim tanggap darurat dan evakuasi ke lokasi.
BMKG mencatat setidaknya 10 kali gempa susulan atau aftershock hingga pukul 07.10 WIB. Gempa susulan terbesar berkekuatan magnitudo 3,2.
BMKG mengingatkan warga tetap waspada terhadap gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke rumah, dan tidak mempercayai isu yang tidak benar.
“Pastikan bangunan cukup tahan gempa dan tidak ada kerusakan akibat getaran yang membahayakan kestabilan sebelum ditempati kembali,” ujar Daryono.
Editor: Donald Karouw