Ganjar Pranowo Kenang Doni Monardo: Selamat Jalan Sahabatku, Sang Pekerja Keras
“Pak Doni ini tentara yang sangat cinta pada tanaman. Dan saya sangat dekat sekali dengan beliau karena tanaman,” tutur Ganjar.
Bahkan, Doni pernah mengajak Ganjar untuk mengambil bibit pohon dari Maluku. Sayangnya, rencana tersebut belum terealisasi hingga akhir hayat Doni.
“Beliau mengajak saya untuk mengambil satu benih, bibit pohon dari Maluku dan kami belum sempat melakukannya,” ujarnya.
Doni Monardo memang menaruh perhatian khusus pada kelestarian lingkungan, khususnya pada tanaman langka di Tanah Air. Salah satunya Pohon Masoya dari Tanah Maluku. Pohon masoya bisa dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan parfum.
“Kita jaga alam, alam jaga kita,” demikian kata-kata yang pernah disampaikan Doni dalam menjaga keberlanjutan semesta.
Ekstrak Pohon Masoya diambil dari kulit pohon atau daunnya. Kadar ekstrak di kulit pohon lebih banyak dibandingkan yang tersimpan di daun. Masoya memiliki daun lebar. Jika dipetik dan diremas-remas, daunnya mengeluarkan bau khas yang sangat menyengat dan sulit hilang. Tak hanya di Maluku, Pohon Masoya juga ada di tanah Papua yang biasa disebut Pohon Masohi.
“Selamat jalan, Sahabat!,” ucap Ganjar Pranowo.
Editor: Donald Karouw