Forjukafi Gelar Rakernas 2025, Dorong Optimalisasi Potensi Wakaf lewat Digitalisasi
Wahyu yang juga Bendahara Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyebutkan, saat ini potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp180 triliun.
“Namun berdasarkan laporan nilainya masih kecil sekitar Rp3 triliun pada 2024. Karenanya memanfaatkan teknologi digital sudah menjadi keharusan di era saat ini,” tambah Wahyu.
Dia mengatakan tema Rakernas Forjukafi ini sesuai dengan tantangan di era digital. Adapun rakernas juga menghadirkan Direktur SINERGI Amil Zakat, Waely Mohdan yang memberikan materi soal pemanfaatan teknologi digital dalam optimalisasi pengumpulan wakaf dan zakat di Indonesia.
“Karena sudah menjadi kebutuhan, maka lembaga atau pegiat wakaf mau tidak mau harus memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalisasi pengumpulan wakaf, zakat, dan infaq di Indonesia,” ujar Waely.
Dia mencontohkan berdasarkan pengumpulan wakaf dan zakat yang diperoleh SINERGI Foundation, 80 persen penerimaan memanfaatkan teknologi digital. Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial.
“Persoalan penting yang menjadi perhatian adalah bagaimana menbuat konten-konten menarik untuk dapat menarik perhatian para calon wakif atau muzakki,” ujar Waely.