Fakta Sesar Cimandiri Pemicu Gempa di Jawa Barat yang Terbentuk Sejak Jutaan Tahun Lalu
Dalam Bulletin of Scientific Contribution (2017) dengan judul ‘Tektonik Sesar Cimandiri, Provinsi Jawa Barat’, sesar Cimandiri sudah terbentuk sejak masa akhir Eosen tengah. Diketahui, zaman Eosen ditandai dengan mulai munculnya mamalia modern.
Batuan sedimen formasi Ciletuh terbentuk dalam cekungan dengan busur dan sudah terangkat ke permukaan. Sesar ini kemudian terus menunjukkan keaktifannya hingga berimbas pada terbentuknya paleolight atau tinggian purba, yang berada di Lembah Cimandiri dan Lembah Ciletuh.
Jalur sesar Cimandiri melewati beberapa perbukitan, seperti Japang Warungkiara, Walat, dan Rajamandala. Peneliti juga menyimpulkan bahwa keberadaan sesar ini adalah sebagai hasil reaktivasi paleo subduksi kapur.
Pada gempa yang melanda Cianjur pada 21 November 2022 lalu, sesar Cimandiri disebut sebagai pemicu utamanya. Efek gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 itu sangat besar hingga menewaskan lebih dari 300 orang.
Menurut data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), jumlah korban luka dan dirawat di rumah sakit wilayah Cianjur sebanyak 68 orang. Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa pergerakan sesar Cimandiri menjadi penyebab gempa Cianjur.