Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Diabetes atau Hipertensi, Penyakit Ini Paling Banyak Ditemukan di Program CKG
Advertisement . Scroll to see content

Fakta Mengejutkan! Hipertensi Kini Banyak Menyerang Anak Sekolah, Ini Temuan Kemenkes

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:00:00 WIB
Fakta Mengejutkan! Hipertensi Kini Banyak Menyerang Anak Sekolah, Ini Temuan Kemenkes
Ilustrasi anak sekolah jalani CKG di sekolah. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idHipertensi atau tekanan darah tinggi selama ini kerap dikaitkan dengan orang dewasa hingga lanjut usia. Namun, hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) justru mengungkap fakta yang patut menjadi perhatian. 

Menurut temuan Kemenkes dalam program CKG, penyakit hipertensi kini sudah banyak ditemukan pada anak usia sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Temuan tersebut berasal dari hasil skrining kesehatan nasional yang hingga 5 Juli 2026 telah diikuti sekitar 59,6 juta masyarakat. Melalui program ini, Kemenkes memetakan berbagai persoalan kesehatan berdasarkan kelompok usia, termasuk penyakit yang paling sering dialami anak sekolah.

Pada kelompok sekolah dasar (SD), hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan, selain karies gigi, gangguan status gizi, serta gangguan indera pendengaran dan penglihatan.

Memasuki usia sekolah menengah pertama (SMP), hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang terdeteksi. Kelompok usia ini juga mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan jiwa berupa depresi, disertai risiko tuberkulosis (TBC), karies gigi, dan gangguan status gizi.

Sementara itu, pada kelompok sekolah menengah atas (SMA), hipertensi kembali menjadi salah satu temuan penting. Selain tekanan darah tinggi, remaja di jenjang ini juga semakin banyak mengalami gangguan mental dan depresi, karies gigi, risiko TBC, hingga obesitas.

Secara nasional, peningkatan tekanan darah juga menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan dalam Program CKG. Data Kemenkes menunjukkan, sekitar21 persen peserta mengalami peningkatan tekanan darah, menjadikannya sebagai masalah kesehatan terbanyak ketiga setelah karies gigi yang mencapai lebih dari 40 persen dan anemia sebesar 27 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hasil skrining tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan kesehatan masyarakat di setiap kelompok usia. Menurutnya, data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.

"Sekarang kami memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kami tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA. Dengan data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif," ujar Menkes Budi dalam siaran persnya, Jumat (17/7/2026).

Menurut Budi, Program Cek Kesehatan Gratis kini tidak hanya berfokus pada deteksi dini, tetapi juga mulai memasuki tahap tatalaksana atau pengobatan, khususnya bagi peserta yang terdiagnosis penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Ia mengungkapkan, sebanyak 35,4 persen pasien hipertensi yang terjaring pada CKG 2025 telah kembali menjalani pengobatan pada CKG 2026. Dari jumlah tersebut, 46,9 persen berhasil mengendalikan tekanan darahnya hingga kembali ke kisaran normal.

Ke depan, pemerintah menargetkan sedikitnya 50 persen penderita penyakit kronis menjalani pengobatan rutin. Strategi tersebut mengacu pada keberhasilan Korea Selatan melalui pendekatan Triple 80, yakni 80 persen masyarakat menjalani skrining, 80 persen penderita mendapatkan pengobatan, dan 80 persen dari mereka yang diobati berhasil mengendalikan penyakitnya.

"Korea berhasil karena menerapkan pendekatan Triple 80, 80 persen warga diskrining, 80 persen penderita diobati, dan 80 persen dari yang diobati itu berhasil sembuh atau kondisinya terkendali. Arah sistem kesehatan itulah yang sedang kita bangun di Indonesia," kata Menkes Budi.

Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes berharap berbagai penyakit, termasuk hipertensi yang kini mulai banyak ditemukan pada anak sekolah, dapat terdeteksi sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi di kemudian hari dapat ditekan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut