Fadil Imran, Kapolda Metro Baru Pernah Tangani Chat Habib Rizieq dan Firza Husein
“Bahwa ada dua kapolda yang tidak menegakkan protokol kesehatan maka diberikan saksi berupa pencopotan yaitu Kapolda Metro Jaya, kedua Polda Jawa Barat,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Senin (16/11/2020).
Nama Fadil sebelumnya telah disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kapolri. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut tiga perwira tinggi berpeluang menggantikan Jenderal Idham Azis. Mereka yakni Fadil Imran, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Nana Sudjana.
Fadil merupakan jenderal bintang dua yang sejak 3 Februari 2017 menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri. Lulusan Akpol 1991 ini dikenal berpengalaman dalam bidang reserse.
Polisi kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1968 ini juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Dia antara lain pernah menjabat Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Kapolres KP3 Tanjung Priok (2008), dan Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009).
Pada 2011, Fadil ditugaskan sebagai Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri. Masih di tahun sama, dia dipindahtugaskan sebagai Dirreskrimum Polda Kepri. Dua tahun beriukutnya, Fadil menduduki Kapolres Metro Jakbar, lantas Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri pada 2015.
Karier Fadil kian cemerlang. Pada 2016 dia diangkat menjadi Dirreskrimsus Polda Metro Jaya dan masih di tahun yang sama ditugaskan sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri. Pada 2019, Imran menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Idham Aziz hingga 2020, sebelum akhirnya dipromosikan sebagai Kapolda Jatim.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq